
Teknik sipil dan arsitek punya tujuan yang sama, yaitu membangun sebuah bangunan, entah bangunan apapun itu, bangunan air, darat dan udara, kita yang membangun itu semua, dan kita dibayar untuk itu.
Jadi kita harus mampu untuk membangunnya, harus memiliki pengetahuan untuk dapat mengerjakan itu semua.
Teknik sipil berasal dari bahasa inggris yaitu civil engineering, bukan civil techniques, yang mengandung kata engine di dalamnya, yaitu mesin. Jadi kita harus lebih dominan menggunakan mesin daripada tenaga manusia.
Pikirkan tujuannya
Pikirkan konsepnya
Pikirkan mesin untuk merancangnya
Pikirkan kekuatannya
Pikirkan biayanya
Pikirkan waktu pekerjaannya
Pikirkan cara membangunnya
Pikirkan mesin untuk membangunnya
Tapi yang terpenting dalam membangun adalah konsep, lalu kekuatan, lalu biayanya. Tanpa konsep, kita kehilangan makna untuk mengerjakan sesuatu. Tanpa mengetahui kekuatan, bangunan kita akan hancur. Tanpa mengetahui biaya, kita yang hancur.
Setelah mengetahui ketiganya, maka yang tak kalah penting adalah mesinnya. Tanpa mesin kita akan kembali membangun seperti zaman batu, dengan mesin pekerjaan berat akan terasa lebih ringan, mudah dan cepat.
Maka dari itu, kita harus menguasai teknologi perancangan dan pembangunan yang sudah diciptakan oleh orang orang pintar, supaya selaras dengan kemajuan dunia.
Mungkin hal ini terlihat sepele, tapi pengaruhnya membuat sebuah perbedaan yang besar di dalam persaingan dunia konstruksi.