Ingatkah ketika bom atom menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki? Nuklir memang senjata pemusnah massal yang kuat mengingat dampaknya yang terasa dalam radius yang cukup luas dan efek radioactive yang ditinggalkannya setelah ledakan itu terjadi. Sangat berbahaya memang, namun belum cukup kuat karena dampaknya tidak berlangsung begitu lama.
Seperti senjata pemusnah yang lain. Bagaimana dengan senjata Biokimia? Bom Hidrogen? Anthrax? Virus? Atau serangan AK-47 dalam jumlah besar? Tidak terlalu
Lalu bagaimana dengan agama? Bukankah seseorang bertengkar karena membela agamanya masing masing dan membunuh atas perintah agamanya? Kurang tepat. Seorang yang religius tidak akan terima jika dikatakan seperti itu. Bagaimanapun khalayak umum menganggap bahwa setiap agama mengajarkan kebaikan.
Apapun itu, senjata dalam bentuk fisik adalah manifestasi dari sebuah pikiran untuk menyerang dan melindungi diri. Nuklir dan kawan kawan takkan berbahaya jika tidak digunakan untuk mencelakai manusia.
Memikirkan hal ini lebih dalam, ada sebuah senjata yang sangat mematikan, memiliki dampak yang luas dan berlangsung sampai berabad-abad yaitu “dusta dan ajaran kebencian”. Melalui dusta, manusia berubah menjadi mesin pembunuh yang sesungguhnya.