Ego yang terkalahkan

Sebuah contoh kasus proses persuasi dalam penawaran sebuah ide yang bagus yang tidak berjalan mulus karena terbendung ego, stigma dan paradigma lawan bicara.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena ketika seseorang membagikan sebuah ide dan orang lain menolak, itu disebabkan karena alam bawah sadarnya merasa terbebani untuk melakukannya, seakan-akan penawar memberikan tugas atau menyuruh mengerjakan sesuatu yang dirasa tidak menguntungan baginya. Maka terjadi penolakan.

Ada banyak cara persuasi yang telah diajarkan para pakar. Namun jika seseorang dengan gigih menolak, cari yang lain. Bila tidak ada satupun yang menerima, pilihan terakhir adalah mengerjakannya sendiri.

Adalah sebuah resiko jika sudah berada pada waktu yang tidak tepat, bersama orang yang tidak tepat dan tempat yang tidak tepat. Mungkin seseorang yang memiliki pemikiran yang sama sedang berada di belahan bumi yang lain, atau telah mati, atau belum lahir. Setiap kemungkinan pasti ada. Dengan kata lain, peluang ini harus diselesaikan mulai dari diri sendiri. Mengapa demikian?

Karena pada dasarnya, tidak ada manusia yang benar benar bisa diharapkan. Memang berat jika melakukan sesuatu sendiri, apa lagi sebuah proyek yang membutuhkan sebuah kerjasama secara global. Sulit bagi seseorang untuk melakukan startup, namun ketika kreativitas tersebut sudah bekerja dan menghasilkan berbagai keuntungan, maka pada saat itulah berbagai ego dari paradigma yang berseberangan, mau tidak mau akan menyesuaikan paradigmanya dan akhirnya mengikuti perkembangan peradaban manusia.

Tinggalkan komentar