Yaitu kebaikan dan ilmu pengetahuan. Mengapa bisa demikian?
Ilmu pengetahuan tanpa kebaikan sangat berbahaya, sebab ketika seseorang memiliki kuasa karena ilmu pengetahuannya, maka akan merugikan bahkan melukai orang lain karena kurangnya kebaikan dalam dirinya. Perhatikan Teroris, Penjahat kelas atas, Diktator.
Kebaikan tanpa ilmu pengetahuan juga sangat merugikan, sebab ketika seseorang hanya baik tanpa memiliki pengetahuan, maka perkembangan dan inovasi hanya akan berjalan di tempat atau bahkan seseorang itu bisa dibodoh-bodohi atau malah dimanfaatkan oleh orang lain.
Perhatikan sebuah bangsa yang dijajah. Mereka dijajah bukan karena kurang baik, tetapi karena kurangnya pengetahuan untuk membela diri dan bertahan dari bangsa lain yang melakukan invasi. Perhatikan juga perbudakan, baik itu perbudakan mental maupun perbudakan fisik.
Kebaikan tanpa ilmu pengetahuan juga cukup merugikan, sebab hanya dengan bermodal kebaikan, seseorang tidak bisa mengerjakan sesuatu. Dengan kata lain, tidak bisa apa-apa. Perhatikan seorang pengangguran. Mereka menganggur bukan karena kurang baik. Tapi kalau kita memang mau jujur pada diri sendiri, kita menganggur karena kurangnya pengetahuan. Bagaimana kita bisa menghasilkan sesuatu tapi kita tidak tau harus berbuat apa? Sekalipun kesempatan itu ada, tapi karena kurangnya pengetahuan, kita tidak jadi mengambil pekerjaan tersebut. Dan hal itu sering terjadi di dalam kehidupan nyata.
Kebaikan tanpa ilmu pengetahuan juga sangat berbahaya. Mengapa bisa seperti itu? Tanpa mengetahui sesuatu hal itu yang benar atau salah, seseorang bisa jadi membela dan memihak yang salah dan menyerang yang benar. Perhatikan Teroris dan Penjahat Kelas bawah. Loh mengapa penjahat? Bukankah mereka orang jahat? Ya benar. mereka melakukan kejahatan, tapi mereka tidak merasa itu adalah sebuah tindak kejahatan. Padahal jika dilihat dari kesehariannya, memang benar dia orang yang baik. Itulah Penjahat atas nama agama.
Itu sebabnya salomo mengatakan “Arahkanlah perhatianmu kepada didikan, dan telingamu kepada kata-kata pengetahuan”.
Lebih dari 600 Tahun kemudian sebuah Hadits mencatat bahwa “Barangsiapa yang menginginkan dunia maka hendaklah dengan ilmu, barangsiapa yang menginginkan akhirat, maka hendaklah dengan ilmu, barangsiapa yang menginginkan keduanya, maka hendaklah dengan ilmu”
Siapapun dia, baik itu Pemberontak Surga ataupun Malaikat Yang Setia, butuh pengetahuan
Secara garis besar kebaikan dan ilmu pengetahuan menyelamatkan seseorang dari
- Celaka
- Kesulitan Ekonomi
- keinginan untuk mencelakai orang lain
- Kebodohan
Untuk menyelamatkan orang lain bukan hanya dengan uang ataupun materi yang lain. Itu hanya manifestasinya saja. Tapi dengan tulus iklas berbagi pengetahuan dan melakukan kebaikan.
Jadi kebaikan dan ilmu pengetahuan itu sangat penting. Tidak bisa menganggap remeh yang satu dan terlalu meninggikan yang lainnya. Sama seperti sepasang kaki, jika kita hanya punya satu kaki, bagaimana bisa berjalan dengan seimbang?