Penentu masa depan seseorang

Siapa penentu masa depanmu?

Kalau kau jawab dirimu sendiri, itu tandanya kau sama seperti kebanyakan orang. Yang menganggap bahwa kau bertanggung penuh atas segala hal yang menimpa hidupmu.

Tidak salah memang.

Tapi kalau ditanya, siapa yang paling menentukan masa depanmu?

Kalau kau tetap menjawab dirimu sendiri, kau salah besar kawan.

Pikirkan baik baik

Sebelum kau lahir, apakah karna keinginanmu kau dilahirkan? Tidak, itu karena keinginan orang tuamu.

Bagaimana jika orang tuamu menggugurkan saat masih dalam kandungan? Apakah kau bisa merubah masa depanmu selagi masih berbentuk janin? Tidak kawan.

Setelah kau lahir, apakah kau bisa hidup tanpa dirawat sewaktu masih bayi? Tidak, kau akan mati dalam hitungan hari jika tidak ada yang merawatmu.

Bagaimana kalau kau dibuang oleh orang tuamu setelah kau dilahirkan? Bisakah ku mengatakan kepada orang tuamu bahwa,”ok, makasih karna mencampakkanku, aku akan mencari jalan hidupku sendiri”. Tidak bisa kawan, Bicara saja kau tidak bisa, yang bisa kau lakukan hanya menangis.

Setelah kau berumur 3 tahun, apakah kau masih bisa hidup jika kau dicampakkan oleh orang tuamu seorang diri di tengah hutan? Belum tentu kawan, orang dewasa juga belum tentu bisa bertahan hidup, bisa jadi dia dimakan binatang buas, apa lagi anak umur 3 tahun.

Bagaimana kalau di umur 3 tahun orang tuamu mencampakkanmu ke Afrika, apakah kau yakin keadaanmu nanti akan sama dengan keadaanmu saat ini? Tidak akan.

Setelah kau tamat sekolah sd, dan tidak ada satupun yang mau membiayai sekolahmu untuk berikutnya. Apakah kau yakin keadaanmu nanti akan sama dengan keadaanmu saat ini? Tidak akan.

Jadi jangan merasa bahwa kau punya kendali penuh akan hidupmu. Karena keadaanmu saat ini adalah hasil dari keadaanmu di masa lalu.

Yang ingin ku sampaikan adalah bahwa, semua manusia, tanpa terkecuali, pertama kali, dibentuk oleh orang tuanya. Dialah guru, dialah awal penentu masa depanmu akan seperti apa, dia bertanggung jawab penuh 100% akan hidupmu. Kau tidak bisa membaca tulisan ini kalau sejak dalam kandungan kau digugurkan atau ibumu keguguran.

6 tahun pertama, disitulah kau mulai dibentuk oleh orang tua. Entah apapun media yang mempengaruhimu, atau teman dan orang orang yang mempengaruhimu, atau sifatmu yang sudah mulai kelihatan, itu semua tanggung jawab penuh oleh orang tuamu.

Saat kau menginjakkan kaki di sekolah, mulailah pengaruh orang tuamu berkurang, tapi pengaruh media, sosial dan guru semakin meningkat seiring bertambahnya usiamu.

Tapi belum sampai disitu, sebelum kau lahir, sebuah kota sudah ada, negara dan pemerintahan sudah terbentuk. Jadi setelah kau lahir, mereka juga sudah memberikan pengaruh dalam hidupmu. Apakah kau ingat siapa dokter dan rumah sakit tempat kau dilahirkan? Apa kau lahir dengan bantuan dukun beranak?

Segala sesuatu yang ada sebelum kau lahir, adalah hasil dari orang orang yang hidup sebelum dirimu.

Orang orang yang lahir sebelum kau, membentukmu, mereka yang memberimu jalan yang harus kau tempuh, bukan dirimu sendiri. Kau tidak punya kuasa, kau hanya menjalani opsi yang ada.

Apakah kau pikir Albert Einstein akan menjadi ilmuwan jika dia dibesarkan seumur hidup di pulau tak berpenghuni? Jangan mengada ngada kawan.

Apakah kau pikir keberhasilanmu saat ini karena kehebatanmu sendiri? Jangan membuat lelucon kawan.

Jangan naif, jangan lupa diri.

Jangan sombong, dan jangan egois.

Jangan lupa akan orang tuamu, akan kawanmu yang mendukungmu, akan semua manusia yang membantumu, akan pelanggan yang membeli daganganmu, akan guru yang mencerdaskanmu. Jangan lupa kawan.

Kau tidak mencapai segala sesuatu seorang diri.

Kalau suatu hari nanti kau menjadi orang tua, jadilah orang tua yang bertanggungjawab, yang bukan hanya tau membuat anak saja.

Karena masa depan anakmu, di tanganmu, lalu di tangan guru, dan di tangan pemerintah.

Btw, jika hitler tidak menjadi penguasa di jerman, apakah perang dunia ke 2 akan terjadi?

Jika amerika tidak meledakkan hiroshima dan nagasaki, apakah jepang akan memberi kemerdekaan kepada indonesia?

Jadi jangan berpikir kedaanmu saat ini dan keadaanmu di masa depan adalah 100% karena dirimu sendiri.

Kalau kau tiba tiba mati karena penyakit atau segala sesuatu yang mencelakakanmu, kau mau bilang apa?

Tinggalkan komentar