Dunia yang sempurna

Kau bangun dari tidur nyenyakmu karena sinar mentari pagi membangunkanmu. Kau membuka jendela dan menghirup udara segar seperti hari hari biasanya. Lalu memakan sarapan kesukaanmu yang sudah disediakan istrimu yang kau cintai, setelah itu kau mandi.

Setelah berpakaian rapi kau siap untuk bekerja, lalu bergegas pergi sambil memakan beberapa potong buah buahan segar dari kulkas yang baru kau petik semalam.

Saat hendak mau pergi kau tak perlu mencari kunci, karena kunci kendaraanmu tidak pernah lepas dari kendaraanmu. Kau hanya perlu menyalakannya, memanaskannya beberapa menit di pagi hari, lalu pergi.

Tidak ada kemacetan, karena pemerintah sangat jago menata kotanya. Mereka benar benar paham untuk apa mereka dibayar.

Setelah sampai ke tempat kerja, semua orang bekerja tanpa tekanan. Mereka bisa pulang saat tanggung jawab mereka sudah selesai. Ada yang pulang pada siang hari, ada yang bekerja sampai larut malam karena keasikan kerja.

Pada sore hari kau pulang untuk berjumpa dengan keluargamu.

Sesampainya di rumah kau menyalakan TV. Hanya ada siaran tentang teknologi, keindahan alam dan ilmu pengetahuan. Berita tentang kriminal dan sinetron sudah tidak pernah dikenal manusia pada saat itu.

Kau duduk di sofa empuk dan anak anakmu datang menghampirimu karena mereka merindukanmu. Kau selalu membuat mereka nyaman, mereka tidak pernah takut dan sungkan bercerita denganmu. Kau adalah sosok yang lembut dan pendengar yang baik.

Sambil menonton TV dan memakan cemilan sang istri, kau bercerita kepada anak anakmu tentang bagaimana dulu kau di sekolah.

“Kecemasan dan pembodohan yang dulu dulu sudah tidak ada lagi. Sedari kecil kalian sudah bisa langsung mengambil jurusan. Tidak ada lagi yang namanya ujian ujian tolol yang dibuat oleh orang orang idiot. Yang penting, asal ada niat untuk belajar, masuk.

Kalian sudah merdeka, kalian bisa belajar untuk menjadi apapun yang kalian mau, bahkan sejak kalian berumur 6 tahun.

SD, SMP, SMA, SMK, KULIAH atau apapun namanya, sudah tidak ada lagi. Sekolah hanya satu, namanya seperti saat ini yaitu Sekolah.

Dimana di sekolah kalian, kalian hanya belajar ilmu pengetahuan yang benar benar berhubungan dengan jurusan kalian. Sudah tidak ada lagi yang namanya wajib mempelajari semua ilmu. Sudah tidak perlu lagi membuang buang waktu mempelajari hal hal tolol yang tidak ada kaitannya dengan cita citamu.

Sudah tidak ada tekanan di dunia pendidikan saat ini. Tidak ada juara kelas. Semua sama rata. Kawan kawan kalian yang kurang mampu disekolahkan pemerintah. Kalau kalian bodoh tidak lagi dihukum, namun diajari sampai kalian berhasil, kecuali kalian yang menyerah. Pada saat itu, guru guru benar benar paham untuk apa mereka dibayar.

Jika pada zaman kuno orang orang belajar lebih dari 16 tahun untuk hal hal yang tolol yang menguras harta orang tua seperti sapi perah, sekarang sudah tidak ada lagi. Pemikiran pemerintah saat ini sudah maju. Tidak ada pemaksaan harus belajar ini itu supaya mereka dapat uang masuk.

Jadi tidak ada lagi yang namanya pengangguran. Semua orang punya pekerjaan mereka sendiri. Tingkat kejatahan hampir mendekati nol.

Perusahaan juga tidak melihat IPK lagi, tapi langsung menguji kemampuan seseorang berdasarkan jabatan yang akan kalian tempati. Tidak ada ujian tolol lagi.

Tentara dan polisi tidak ada lagi. Penjara kosong.

Tidak ada lagi yang namanya batas negara. Semua orang bebas pergi kemana saja dan kapan saja tanpa visa.

Semua teknologi menjadi sangat maju pada saat ini, bahkan kalian bisa pergi ke planet lain beberapa tahun lagi.

Semua orang sudah waras, dan tidak ada lagi dongeng dongeng yang mengendalikan hidup kalian.”

Setelah bercerita sampai larut malam kau tidur, tanpa perlu mengunci pintu rumahmu, karena sudah tidak ada lagi niat manusia untuk mencuri. Sebab mereka semua sudah hidup berkecukupan, tanpa ada kesenjangan sosial.

Lalu kau bangun dan menjalani hidup yang damai seperti hari hari biasanya.

Amin

Tinggalkan komentar