Penentu masa depan sebuah bangsa adalah

Guru

Mengapa guru?

Mengapa bukan orang tua?

Sebab guru mungkin lebih mengetahui apa yang tidak diketahui oleh orang tua mengenai pengetahuan tertentu.

Tapi kembali ke penentu masa depan, mengapa aku menganggap guru adalah penentu masa depan sebuah bangsa?

Mengapa bukan generasi muda?

Karena yang mendidik generasi muda adalah guru.

Generasi muda ga tau apa apa, mereka dibentuk oleh manusia manusia lain di planet bumi ini.

Siapa yang membimbing mereka ketika mereka kehilangan arah?

Guru

Siapa yang membekali mereka dengan ilmu agar dapat bermanfaat buat orang lain?

Guru

Siapa yang menyembuhkan kebingungan mereka akan dunia yang penuh dengan misteri ini?

Guru

Siapa yang harus bertanggung jawab kalau seseorang menjadi pengangguran?

Guru

Mengapa guru?

Karena guru dibayar untuk membuat orang bodoh menjadi pintar, orang tua setiap murid mempercayakan hal itu kepada mereka

Kalau murid tetap bodoh, berarti guru yang gagal.

Kalau murid tambah bodoh, berarti gurunya yang kurang ajar, bagiku itu tindakan kriminal dan masuk ke dalam ranah penipuan, guru seperti itu harus dipecat dan diberikan sangsi yang berat. Dia tidak boleh lagi mencari uang dengan cara menghancurkan masa depan seseorang.

Sebab tidak ada manusia yang bodoh

Manusia itu cerdas di dalam bidangnya sendiri.

Kalau memang bukan bidangnya, bakatnya, minatnya, tapi dipaksa untuk mempelajari apa yang tidak dia minati, atau bahkan apa yang dia benci, itu sama saja dengan sebuah perampokan.

Jangan hanya karena ingin mendapatkan uang yang tidak seberapa, seorang murid harus membayar untuk mata pelajaran yang tidak dia minati. Dan peraturan yang menggunakan kata “wajib” itu sangat menjerumuskan. Buat apa wajib mempelajari semua kata pelajaran kalau toh nya tidak dibutuhkan oleh seorang murid? Begitukah caramu merampok dan menghancurkan bangsamu sendiri?

Maaf kalau aku menulis seperti ini, karena aku memang sudah benar benar muak dengan sistem pendidikan yang sangat tolol dan idiot seperti sekarang ini.

Ingin rasanya marah dan menghukum senua guru guru yang jahat dan menteri pendidikan yang tidak bertanggung jawab, tapi tidak bisa. Aku juga bukan siapa siapa.

Aku hanya warga sipil biasa, yang menjadi korban dan sebagai saksi yang menyaksikan semua masalah yang terjadi, yang sadar saat aku telah beranjak dewasa.

Maaf jadi curhat sedikit, tapi memang begitulah adanya.

Karena setelah aku mengerti, memang yang menentukan masa depan seorang adalah guru.

Sebab saat masih anak anak, seseorang ga tau apa apa, dunialah yang membentuknya.

Aku ga minta apa apa, tapi kuharap jadilah guru yang baik, jadilah gembala yang baik.

Tinggalkan komentar